Kabupaten Ngada (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memantau pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) jaringan air bersih di sekitar wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Program ini ditujukan untuk memperluas akses air bersih sekaligus memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah setempat, jaringan air bersih di Desa Dadawea dan Kelurahan Mataloko telah menjangkau 75 kepala keluarga (KK). Selain itu, bantuan sumur bor di Desa Radabata turut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.
Kepala Dusun Radabata, Andreas Lawe, menjelaskan bahwa sebelum adanya bantuan sumur bor, warga mengandalkan tampungan air hujan saat musim penghujan. Ketika kemarau tiba, masyarakat terpaksa membeli air menggunakan tangki dengan biaya sekitar Rp150.000 yang hanya mencukupi kebutuhan satu KK selama kurang lebih dua minggu.
“Sudah puluhan tahun Desa Radabata mengalami kendala air bersih. Kalau musim hujan, kami menampung air hujan, sedangkan saat musim kemarau terpaksa membeli air tangki. Dengan adanya bantuan sumur bor ini, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat desa yang totalnya sekitar 300 KK dapat terpenuhi,” ujar Andreas.
Pengerjaan sumur bor untuk Desa Radabata telah berlangsung selama sekitar tiga minggu. Lokasi sumur yang berada di dataran lebih tinggi juga memungkinkan air dialirkan menuju rumah warga dengan memanfaatkan gravitasi, sehingga tidak memerlukan pompa tambahan untuk distribusi air.
Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Radabata, Hendrikus Jawa, turut menyampaikan terima kasih kepada PT PLN (Persero) UIP Nusra atas bantuan sumur bor yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjangkau lebih banyak warga dan dijaga bersama agar layanan air bersih dapat berjalan optimal.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN UIP Nusra yang sudah memberikan bantuan sumur bor untuk desa kami. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjangkau masyarakat secara luas sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi. Kami juga berharap masyarakat bersama-sama menjaga bantuan ini agar pelayanan bisa berjalan maksimal,” ujar Hendrikus.
Sementara itu, di Desa Dadawea, sebanyak 45 KK telah tercatat sebagai penerima manfaat jaringan air bersih. Pengelolaannya telah memiliki dasar kelembagaan melalui surat keputusan (SK) kelompok pengurus air yang diterbitkan sejak 2025. Keberadaan kelompok tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam mengatur operasional dan menjaga keberlanjutan layanan bagi masyarakat.
Adapun jaringan air bersih di Kelurahan Mataloko telah terpasang sepanjang 300 meter dan menjangkau 30 KK. Pengelolaan layanan di wilayah ini masih memerlukan penguatan karena kelompok pengurus belum terbentuk dan mekanisme retribusi belum diberlakukan. Pemerintah kelurahan merencanakan pembentukan Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMKel) sebagai salah satu opsi untuk mengelola layanan air bersih secara lebih terstruktur.
Assistant Manager Komunikasi & TJSL PLN UIP Nusra, Riyan Dharma Putra, mengatakan monitoring terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan infrastruktur sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan aspek pengelolaan yang masih perlu diperkuat.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat untuk melihat perkembangan pemanfaatan jaringan, kebutuhan warga, serta kesiapan kelembagaan pengelolanya,” ujar Riyan.
Ia menambahkan, hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola layanan, termasuk pembentukan kelompok pengelola, mekanisme operasional, dan pemeliharaan jaringan. Dengan pengelolaan yang terarah serta partisipasi masyarakat, infrastruktur yang telah dibangun diharapkan dapat terus berfungsi dan menjawab kebutuhan air bersih warga.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menegaskan bahwa keberlanjutan program TJSL membutuhkan sinergi antara PLN, pemerintah setempat, dan masyarakat penerima manfaat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta mengelola fasilitas merupakan faktor penting agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Program TJSL harus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Untuk itu, selain memastikan infrastruktur dapat dimanfaatkan, kami juga mendorong penguatan koordinasi dan pengelolaan bersama agar fasilitas air bersih dapat dijaga dan digunakan sesuai kebutuhan warga,” ujar Manurung.
Melalui monitoring dan koordinasi berkelanjutan, PT PLN (Persero) UIP Nusra berharap program air bersih di wilayah Mataloko dan sekitarnya dapat dikelola semakin baik, memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, serta mendukung peningkatan kualitas hidup warga di sekitar wilayah pengembangan ketenagalistrikan.(bul)






