Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, menyebutkan kebutuhan tenaga kerja proyek pertambangan di Blok Elang Dodo sekitar 4.000-5.000 pekerja. Jumlah itu diprediksi terus bertambah seiring banyaknya aktivitas usaha. Rekrutmen pekerja dimulai awal Maret-April 2027.
“Hasil komunikasi awal dengan manajemen perusahaan kebutuhan awal sekitar 4.000-5.000 orang tenaga kerja,” kata Kadis Nakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin kepada Suara NTB, Kamis (15/10).
Pihaknya sedang mengatur regulasi untuk memastikan perlindungan terhadap tenaga kerja lokal. Salah satunya membentuk peraturan daerah dan peraturan bupati untuk memastikan tenaga kerja lokal mendapatkan prioritas untuk bekerja. Pihaknya masih menunggu ekspose dari perusahaan untuk jumlah kebutuhan serta kriteria calon pekerja yang dibutuhkan.
“Ekspose dari perusahaan kita anggap sangat penting, untuk memastikan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan termasuk kriteria yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan di proyek tersebut,” ucapnya.
Menurut dia, ekspose ini dinilai penting untuk mengetahui secara detail kebutuhan tenaga kerja. Untuk rekrutmen tahap awal dibutuhkan pekerja lapangan untuk proses konstruksi. Pemerintah Sumbawa terus berupaya mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk bisa bekerja di sektor manapun. Selain itu, perusahaan memiliki tanggung jawab mutlak terhadap pekerja lokal untuk terus dipersiapkan termasuk peningkatan kualifikasi melalui pelatihan.
Ia berharap masyarakat Sumbawa untuk masuk ke aplikasi yang akan disiapkan pemerintah dengan mengunggah daftar riwayat hidup dan data pribadi. Sistem tersebut akan melacak kebenaran data yang disampaikan.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemetaan wilayah lingkar tambang. Tujuannya agar masyarakat yang memasukkan data ke aplikasi tidak mengklaim diri sebagai masyarakat lingkar tambang.
“Hasil pemadanan data dari Dukcapil ternyata mereka bukan wilayah lingkar tambang, makanya perlu kita cek data sebenarnya,” ujarnya. (ils)






