HomeEKONOMI & BISNISPantau Harga dan Mutu Beras di NTB, Satgas Pangan: Harga Stabil Sesuai...

Pantau Harga dan Mutu Beras di NTB, Satgas Pangan: Harga Stabil Sesuai HET, Kualitas Terjaga

Mataram (Ekbis NTB) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemprov NTB, Perum Bulog dan Polda NTB memastikan ketersediaan cadangan pangan di wilayah NTB berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian ini diperoleh setelah tim gabungan melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional dan pasar modern, salah satunya di Pasar Kebon Roek, Ampenan pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil peninjauan, harga komoditas beras—baik jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), medium, maupun premium—terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Aulia Sofyan, menyatakan bahwa hasil koordinasi dan sidak di lapangan menunjukkan stabilitas harga dan pasokan pangan terjaga dengan baik di berbagai titik peninjauan. “Secara umum stok pangan aman. Kami sudah turun ke lapangan dan ini sudah titik kedua. Alhamdulillah, harganya masih stabil,” ujarnya.

- Advertisement -

Hal senada disampaikan oleh Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Dr. Rachmad Firdaus. Menurutnya, pengawasan ketat ini melibatkan kolaborasi lintas sektor termasuk satuan tugas daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan harga, serta mutu beras di pasaran. Dari hasil survei selama sebulan terakhir, kualitas beras yang beredar dinilai sangat baik tanpa ditemukan adanya beras rusak atau berkutu. Kendati demikian, petugas tetap mencatat perlunya pelabelan mutu pangan pada beberapa produk beras yang beredar di tingkat pedagang eceran.

Stok Bulog Aman hingga Dua Tahun ke Depan

Sementara itu, Pimwil Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menegaskan bahwa stok beras yang dikuasai Bulog sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Hingga saat ini, Bulog secara aktif menggelontorkan beras SPHP kisaran 80 hingga 100 ton per hari guna menjaga stabilitas pasokan di pasaran.

Harga jual beras SPHP di tingkat pedagang dipastikan sesuai dengan HET, yakni sekitar Rp62.500 per kemasan lima kilogram atau Rp12.500 per kilogram. “Stok kita cukup aman sampai dengan dua tahun ke depan. Masyarakat tidak perlu panik karena ketersediaan beras masih terjaga,” ungkapnya. Selain penyaluran SPHP, Bulog juga terus menggenjot penyerapan gabah dan beras dari petani lokal untuk memperkuat cadangan pangan daerah.

Produksi Hulu Kuat dan Gerakan Pangan Murah

Dari sektor hulu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzar, memaparkan bahwa produksi gabah kering giling (GKG) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencapai angka 1,687 juta ton. Angka produksi ini dinilai sangat linear dengan ketersediaan barang di pasaran serta cadangan di gudang-gudang Bulog, sehingga ketahanan pangan daerah tetap kokoh meskipun menghadapi tantangan cuaca dan kekeringan.

Sebagai langkah preventif untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB secara berkala terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Bapanas serta instansi terkait.

Pengawasan Hukum dan Penindakan Tegas

Di sektor penegakan hukum, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, AKBP Wendy Andrianto, menegaskan bahwa pihaknya mengawal distribusi pangan melalui langkah preemtif, preventif, hingga represif. Kepolisian tidak akan ragu menindak tegas pihak-pihak yang mencoba bermain-main dengan kebutuhan pokok masyarakat, seperti melakukan pengoplosan maupun penimbunan ilegal.

AKBP Wendy mengungkapkan bahwa aparat kepolisian sebelumnya telah mendeteksi dan menangani kasus dugaan pengoplosan beras di wilayah Lombok Tengah, sementara kasus-kasus serupa lainnya masih dalam proses penyelidikan intensif.

Sidak dan pemantauan lintas instansi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas perekonomian dan distribusi pangan secara berkelanjutan di seluruh wilayah NTB. (fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN








Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut