HomeBERANDAPasar Seni Senggigi Krisis Air Bersih : Toilet Umum Bau, Wisatawan Beli...

Pasar Seni Senggigi Krisis Air Bersih : Toilet Umum Bau, Wisatawan Beli Mineral untuk Wudhu

Lombok Barat (ekbisntb.com) – Pesona Senggigi yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata legendaris di Lombok terusik persoalannya klasik, air bersih.
Minggu, 22 Agustus 2026 petang, suasana Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat, mendadak riuh selepas azan Magrib berkumandang.
Bukan karena keramaian wisatawan menikmati matahari terbenam, melainkan karena banyak pengunjung kebingungan mencari air untuk berwudhu dan menggunakan toilet.
Keran-keran air di kawasan Pasar Seni Senggigi tidak mengeluarkan air. Kondisi serupa terjadi di musala Polsek Senggigi yang selama ini menjadi salah satu tempat pengunjung menunaikan salat.
Pengunjung yang hendak menunaikan salat Magrib terpaksa mencari alternatif. Sebagian membeli air mineral, sementara lainnya mencari air ke tempat lain. Bahkan, pedagang mengaku harus memanfaatkan air laut untuk kebutuhan tertentu.
“Sudah lima hari tidak ada air,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Seni Senggigi.
Menurut pedagang, persoalan air bukan baru terjadi sekali. Pasokan air bersih ke kawasan ini disebut kerap bermasalah. Air dari jaringan PDAM datang tidak menentu, bahkan dalam beberapa hari terakhir sama sekali tidak mengalir.
Kondisi itu tidak hanya menyulitkan pedagang. Fasilitas toilet umum di kawasan pasar ikut terdampak. Tanpa pasokan air, toilet menjadi kotor dan menimbulkan bau tidak sedap.
Kondisi ini dirasakan wisatawan mancanegara yang hendak menggunakan toilet. Mereka merasa terganggu dengan kondisi fasilitas umum yang tidak ditunjang ketersediaan air.
Wisatawan Beli Air Mineral untuk Wudhu
Pedagang akhirnya mengambil inisiatif menyediakan air mineral bagi pengunjung yang membutuhkan air untuk berwudhu.
Air mineral ukuran botol besar dijual dijual Rp10 ribu.
“Yang penting bisa salat,” kata seorang pengunjung yang terpaksa membeli air mineral untuk berwudhu.
Pedagang mengaku kondisi ini sebenarnya juga menyulitkan mereka. Untuk mencuci tangan, membersihkan tempat jualan, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka kesulitan memperoleh air bersih.
Sebagian pedagang bahkan terpaksa menggunakan air laut untuk kebutuhan tertentu.
“Kadang kami ambil air di laut. Untuk wudhu, kami juga gunakan air laut,” ungkap pedagang lainnya.
Persoalan ini menjadi ironi bagi kawasan Senggigi yang tengah kembali didorong dihidupkan menjadi salah satu pusat pariwisata NTB. Apalagi, kawasan ini merupakan destinasi yang sudah lama dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
Masalah air bersih berpotensi menjadi persoalan serius bagi kenyamanan wisatawan jika tidak segera ditangani.
Terlebih, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Pemerintah Provinsi NTB tengah berupaya menghidupkan kembali kawasan Senggigi sebagai salah satu motor pariwisata daerah.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut