Mataram (Ekbis NTB) – Pulau Lombok menawarkan pesona wisata yang tak ada habisnya, mulai dari eksotisme Sirkuit Mandalika, Bukit Merese, Pantai Pink, kawasan Sekotong, hingga kesejukan pegunungan Sembalun. Tak heran, rute-rute ini menjadi jalur favorit bagi para pencinta touring sepeda motor.
Namun, di balik keindahan jalurnya, berkendara jarak jauh menuntut kesiapan total. Banyak pengendara yang terlalu fokus pada tujuan hingga mengabaikan kondisi fisik serta dinamika cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengingatkan bahwa esensi dari touring adalah menikmati proses perjalanan dengan aman. Persiapan motor saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kesiapan pengendara.
“Banyak pengendara sudah mempersiapkan motornya dengan baik, tetapi lupa mempersiapkan diri sendiri. Padahal kondisi tubuh, perencanaan rute, dan informasi cuaca memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan,” ujar Satria.
Menyikapi hal tersebut, Astra Motor NTB membagikan 7 panduan penting bagi para pengendara sebelum menaklukkan jalur wisata di Lombok:
- Matangkan Rencana Perjalanan: Sebelum starter motor, petakan jarak tempuh, estimasi waktu, titik istirahat (rest area), lokasi SPBU, hingga jalur alternatif. Ini penting untuk menghindari rasa terburu-buru yang memicu gaya berkendara agresif.
- Pantau Prakiraan Cuaca: Kawasan seperti Sembalun, Pusuk, atau jalur pesisir Lombok dikenal memiliki karakter cuaca yang cepat berubah. Kabut mendadak, angin kencang, atau hujan dapat menurunkan visibilitas dan daya cengkeram ban. Jika cuaca memburuk, segera kurangi kecepatan dan nyalakan lampu utama.
- Pastikan Fisik Prima: Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi kurang tidur atau kelelahan. Konsentrasi penuh adalah kunci utama keselamatan di atas roda dua.
- Disiplin Istirahat Berkala: Terapkan rumus ideal: 2 jam berkendara, 15 menit beristirahat. Gunakan waktu ini untuk melakukan peregangan otot dan memulihkan fokus.
- Jaga Hidrasi Tubuh: Cuaca panas di jalan raya memicu dehidrasi yang dapat menurunkan refleks visual. Jangan menunggu haus untuk minum air putih.
- Gunakan Riding Gear Lengkap: Tetap gunakan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu pelindung. Riding gear adalah perisai utama Anda dari risiko cedera.
- Pahami Batas Kemampuan Diri: Jika kantuk atau lelah mulai menyerang, segera cari tempat aman untuk berhenti. Jangan korbankan nyawa hanya demi ego ingin cepat sampai.
Melalui kampanye berkelanjutan “Jago Cari Aman Biar Happy”, Astra Motor NTB berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar menempatkan keselamatan sebagai prioritas di atas segalanya.
“Sebelum berangkat, pastikan kita tahu rute yang akan dilalui, kondisi cuaca, serta kapan harus beristirahat. Dengan begitu, perjalanan akan lebih aman dan menyenangkan,” pungkas Satria.
Ingat, destinasi wisata tidak akan lari ke mana, tetapi keselamatan tidak bisa ditunda. Selalu #Cari_Aman agar momen touring Anda berakhir dengan cerita bahagia. (r/fan)






