Giri Menang (Suara NTB) -Revitalisasi Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat (Lobar) yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi NTB melalui anggaran Pemerintah Pusat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencapai Rp84 miliar direncanakan tahun 2027 nanti. Program ini pun disambut baik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar).
Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha bersyukur dengan rencana revitalisasi Pasar Seni Senggigi tersebut. Mengembalikan kejayaan Senggigi menjadi destinasi andalan wisata NTB seperti sediakala. Konektivitas pelabuhan dengan pasar seni itu juga sudah diawali Pemkab Lobar dengan membuat jogging track.
“Dari sisi pelabuhan, ada yang masuk dalam perencanaan grand design-nya. Penataan Pasar Seni itu masuk bagiannya juga Pelabuhan Senggigi. Jadi, harus menjadi satu kawasan wisata,” terang Wabup Lobar Hj. Nurul Adha, beberapa waktu lalu.
Wabup yang akrab disapa Umi Nurul itu memastikan revitalisasi Pasar Seni Senggigi mulai dikerjakan pada 2027. Kepastian itu diperoleh pihaknya ketika Deputi Kementerian Pariwisata sempat datang berkunjung ke Kantor Wakil Bupati Lobar.
“Alhamdulillah kami sangat senang sekali. Walaupun ini milik Pemprov, tetapi berada di Lobar dan kita su
dah manfaatkan juga untuk Senggigi Sunset Show, untuk promosi wisata,” ucapnya.
Penyokong dan dukungan dari Pemprov NTB untuk wisata Lobar sangat dirasakan. Penggunaan amphitheater Pasar Seni Senggigi untuk kegiatan akhir pekan pariwisata Lobar “Senggigi Sunset Show” menjadi ajang promosi pariwisata seni dan budaya Lobar. Terbukti, hal ini membuat kawasan wisata Senggigi kini selalu ramai dikunjungi wisatawan berbagai daerah maupun mancanegara.
, karena salah satu destinasi yang diakui oleh Pak Gubernur, Senggigi ini adalah ikon kita yang berada di provinsi menjadi andalan.
Sehingga beliau juga ikut turun membenahi Senggigi, menata keamanan, menata tata ruangnya, dan seterusnya,” ucap Umi Nurul.
Dari desain revitalisasi Pasar Seni Senggigi itu, Pemerintah Provinsi berkeinginan mengubahnya bak Pelabuhan Sydney, Australia. Sebab, Gubernur NTB bertujuan agar arah pengembangan tidak sekadar memperbarui bangunan, tetapi menghidupkan kembali Senggigi sebagai ruang wisata, seni budaya, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Pasar Seni Senggigi perlu dirancang sebagai kawasan multifungsi atau mixed-use plaza yang memadukan perdagangan produk lokal dengan pertunjukan seni budaya, kegiatan komunitas, edukasi, olahraga luar ruang, dan ruang bersosialisasi.
Dengan konsep ini, masyarakat dan wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang, tidak hanya untuk membeli kerajinan atau cendera mata. (her)






