Bima (EKBIS NTB) –Realisasi belanja daerah Kabupaten Bima hingga akhir September 2026 mencapai Rp1,228 triliun atau 59,95 persen dari total alokasi Rp1,882 triliun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi meminta, organisasi perangkat daerah (OPD) yang penyerapan anggarannya masih di bawah 50 persen mempercepat pelaksanaan kegiatan menjelang akhir tahun anggaran.
“Perangkat daerah yang realisasi belanjanya belum mencapai 50 persen diminta segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyerapan anggaran,” ujar Adel pada Selasa (20/10).
Sementara, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir September tercatat Rp149,24 miliar atau 67 persen dari target Rp221,66 miliar. Adel meminta perangkat daerah pengampu PAD yang capaiannya masih di bawah 50 persen meningkatkan kinerja untuk mengejar target pendapatan.
Sekda juga meminta percepatan proses pengadaan barang dan jasa, terutama untuk kegiatan yang bersumber dari APBD perubahan. Proses pemilihan penyedia perlu dilakukan lebih awal dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kepala perangkat daerah diminta segera melakukan percepatan pemilihan penyedia lebih awal, khususnya untuk kegiatan yang bersumber dari anggaran perubahan, dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Selain evaluasi anggaran, Sekda meminta perangkat daerah memelihara kendaraan dinas untuk memperpanjang usia pakai.
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga diminta menertibkan penggunaan kendaraan dinas roda empat. (hir)






