Mataram (ekbisntb.com)- Tim Panitia Seleksi (Pansel) calon direksi PT Gerbang NTB Emas (GNE) memastikan seluruh tahapan pendaftaran dan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan berbasis profesionalisme. Sebelum pembukaan pendaftaran, sosialisasi telah dilakukan secara luas, termasuk pengumuman resmi melalui laman perusahaan.
Tim Pansel Lalu Aksar Anshori menegaskan proses seleksi dilakukan sesuai arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal agar berbasis kebutuhan riil perusahaan.
“Proses seleksi calon direksi dilaksanakan sesuai pesan Bapak Gubernur NTB, yakni mengedepankan profesionalisme serta menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, mengingat kinerja GNE saat ini masih memerlukan penguatan menyeluruh,” ujar Lalu Aksar Anshori didampingi didampingi anggota Lalu Anas Amrullah dan Sekretaris Pansel Prof Riduan Mas’ud, di Kantor PT GNE, Kamis (19/2/2026).
Lalu Aksar, menyatakan Pansel berkomitmen menjalankan seluruh tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang pengangkatan direksi BUMD serta berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.
Pansel juga menyatakan menghargai berbagai masukan dan kritik dari masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM), sebagai bentuk kontrol publik yang konstruktif dalam mendorong perbaikan tata kelola BUMD di Provinsi NTB.
Dalam periode pendaftaran 8–10 Februari 2026, tercatat 15 orang mendaftar dari berbagai latar belakang profesi. Dari jumlah tersebut, dua orang tidak lulus seleksi administrasi, sehingga 13 orang mengikuti tahapan berikutnya.
Sebanyak 13 peserta mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) yang dilaksanakan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB. Namun, satu peserta tidak menyelesaikan tahapan LGD hingga akhir dan dinyatakan gugur.
Dengan demikian, 12 nama dinyatakan lolos LGD dan direkomendasikan kepada Gubernur NTB untuk dipilih mengisi tiga posisi direksi, yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Kedua belas nama tersebut adalah Sulman; Ahmad Jaelani Adiya Putra; Suhaimi; Hendra Yuda Sakti; Desty Chiptiana; Yuyud Indrayudi; Taufik Amri; M. Aidul Adha; Imanti Sukmaningsih; Catur Rahmad Mardhiyanto; Yunita Yoesminarty; dan Nazamuddin.
“Kami telah menyerahkan 12 nama hasil seleksi kepada Bapak Gubernur pada Kamis 19 Februari 2026, untuk selanjutnya dipilih sesuai kebutuhan jabatan,” kata Aksar.
Pansel menegaskan, prinsip profesionalisme menjadi landasan utama dalam keseluruhan proses seleksi. Tahapan yang dilalui meliputi seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), serta wawancara akhir dengan fokus penilaian pada kompetensi, integritas, kapasitas kepemimpinan, dan rekam jejak.
Aksar memastikan proses berlangsung objektif dan bebas dari intervensi. Dengan rampungnya seluruh tahapan seleksi, keputusan akhir kini berada di tangan Gubernur NTB sebagai pemegang kewenangan untuk menetapkan jajaran direksi baru GNE.
“Kami pastikan tidak ada titipan. Seluruh penilaian dilakukan secara profesional dan transparan. Harapannya, direksi terpilih nantinya mampu membawa GNE maju dan berkembang sesuai harapan pemegang saham,” ujarnya. (r)






