Mataram (Ekbis NTB) – Menjelang Idul Fitri 1445H/2024, Rumah Kemasan NTB diserbu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan masyarakat yang akan membuat sablon, kemasan, hampers, zakat, dan ucapan selamat lebaran.
Sebagaimana disampaikan operator mesin yang ada di Rumah Kemasan NTB, Harfan, ia mengatakan bahwa di awal puasa, pengunjung yang datang ke Rumah Kemasan NTB sempat mengalami penurunan, namun meningkat kembali akhir-akhir ini menjelang lebaran ini.
“Ada perbedaan, pas awal-awal puasa agak turun, menjelang idul fitri ini lagi numpuk-numpuknya, kayak sablon karung, sablon pelastik, ucapan zakat, ucapan lebaran,” katanya ditemui di Rumah Kemasan, Rabu 3 April 2024.
Selama bulan puasa, Harfan mengaku bahwa meskipun terjadi penurunan pengunjung yang akan mensablon kemasan, namun aktivitas di Rumah Kemasan NTB tetap seperti biasa, tidak ada perbedaan antara bulan puasa dengan bulan lainnya.
Ia mengaku bahwa penurunan pelanggan pada awal puasa tidak begitu signifikan, pasalnya diketahui bahwa setidaknya 15 orang UMKM atau pembisnis datang untuk membuat kemasan. Pembuatan kemasan di Rumah Kemasan NTB ini tidak hanya diperuntukkan kepada UMKM saja, tetapi juga kepada pejabat, pelajar, bahkan pasangan yang ingin menikah sekalipun.
Keuntungan membuat kemasan di Rumah Kemasan NTB pun dapat dirasakan oleh masyarakat, hal ini karena disini pembuat kemasan tidak perlu lagi membayar jasa desain.
“Kita kan membantu UMKM yang kelas menengah, kalau ditempat lain biaya desain kena dia, disini geratis desainnya,” lanjutnya.
Di Rumah Kemasan NTB ini, terdapat 9 mesin yang digunakan untuk membuat kemasan, menyablon, membentuk kemasan, membuat kardus, sablon kardus, sablon karung dan lainnya. Setiap mesin memiliki setidaknya 1 operator yang menangani dan mengawasi.
“Total 9 mesin. Mesin-mesin disini ada mesin potong kertas, mesin pon, mesin sablon, mesin potong kardus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Harfan menjelaskan bahwa beberapa hari menjelang idul fitri ini, banyak pejabat yang datang untuk membuat kemasan atau sablon hampers ucapan idul fitri.
“Ada pejabat yang datang, ada paper bag dari Walikota Bima untuk ucapan Idul Fitri, bikin map juga ada dari dinas Perindustrian,” jelasnya. (Era)






